A. Pendahuluan
Phytagoras merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan soal-soal pada segitiga. Perlu kalian ketahui teman-teman, penggunaan Phytagoras hanya berlaku pada segitiga siku-siku saja.
Contoh:
Segitiga ABC dengan siku-siku di A.

Luas segitiga siku-siku :
1/2 x alas x tinggi
BC disebut sisi miring.
AB dan AC disebut sisi siku-siku.
Berdasarkan gambar diatas dapat dinyatakan rumus-rumus phytagoras sebagai berikut :
Teman-teman, pada suatu segitiga berlaku :
1. Jika kuadrat sisi miring = jumlah kuadrat sisi yang lain, maka segitiga tersebut disebut segitiga siku-siku.

a² = b² + c² BC² = AC² + AB²
b² = a² - c² atau AC² = BC² - AB²
c² = a² - b² AB² = BC² - AC² Teman-teman, pada suatu segitiga berlaku :
1. Jika kuadrat sisi miring = jumlah kuadrat sisi yang lain, maka segitiga tersebut disebut segitiga siku-siku.

2. Jika kuadrat sisi miring < jumlah kuadrat sisi yang lain, maka segitiga tersebut disebut segitiga lancip.
3. Jika kuadrat sisi miring > jumlah kuadrat sisi yang lain, maka segitiga tersebut disebut segitiga tumpul.

B. Tripel Phytagoras
Tripel Phytagoras adalah kelompok tiga bilangan asli atau bilangan bulat positif yang kuadrat bilangan terbesarnya sama dengan jumlah kuadrat dua bilangan lainnya.
Misalnya :
1. Bilangan 3, 4, 5 dapat dikatakan sebagai tripel phyagoras
karena : 5² = 3² + 4²
25 = 9 + 16
25 = 25
2. Bilangan 6, 8, 10 dapat dikatakan sebgai tripel phytagoras
karena : 10² = 6² + 8²
100 = 36 + 64
100 = 100
C. Penggunaan Sudut dalam Phytagoras
Perhatikan gambar segitiga berikut ini :
Untuk setiap segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 30º, maka besar sudut yang lainnya adalah 60º.
(seperti gambar diatas)
Untuk setiap segitiga siku-siku yabg salah satu sudutnya 45º, maka besar sudut yang lainnya adalah sama yaitu 45º.
(seperti gambar diatas)








